Jumat, 03 Desember 2010

Pendidikan Karakter

Apalagi ini? PBKB ( Pendidikan Budaya Karakter Bangsa)ada yang menyebut PKBB (Pendidikan Karakter Budaya Bangsa )atau secara familier disebut Pendidikan Karakter.Apakah saat ini bangsa kita kehilangan karakter,apakah rakyat kita sudah kehilangan watak aslinya,apakah ada yang berubah dengan anak didik kitabagaimana para pendiri bangsa ,bapak bangsa mengajarkan kita menjadi bangsa yang mandiri dan berkarakter,lupakah kita dengan ajaran Ki Hajar Dewantoro sang bapak pendidikan yang mengajarkan tentang perubahan budi pekerti pada setiap siswanya.Atau kita ingin seperti pendidikan orang barat yang mengutamakan science ,atau orang cina yang pendidikannya berbasis kerja dan kaya / materialistik.Memang saat ini rakyat gampang marah,gampang terprovokasi,kekerasan di mana-mana,anak sekolah banyak melakukan perbuatan mesum yang tanpa malu direkam / divideokan ,kebobrokan para koruptor,kebohongan terjadi di segala lini,kejujuran sangat langka,semangat patriotisme mulai berkurang,sehingga kita sering dilecehkan tetangga kita yang besarnya hanya tidak lebih dari 1 /5 negara kita,atau mungkin kita terlalu baik sehingga hanya mengalah karena demi memuaskan anak kecil si tetangga kita yang sombong itu.Bagaimana sifat gotong royong yang dulu akrab di masyarakat,sikap ramah tamah dimana mereka semua sembunyi,kenapa sifat dan karakter bangsa kita yang dulu kita punyai sekarang tak berani muncul dan ngumpet.
Untuk itulah mari kita bangkitkan mulai kita tanamkan pada anak didik kita karakter bangsa yang dulu pernah di tanamkan bapak bangsa,bapak / ibu guru semua harus mengajar dengan menyertakan pendidikan karakter pada setiap materi yang diajarkan,baik itu karakter kerja sama,menghargai orang lain,kejujuran,patriotisme,cinta lngkungan,suka menolong dsb.kalau ini mulai ditanamkan sejak dini,yaitu mulai paud,tk,sd,smp,sma,dst maka itu cepat atau lambat akan kita petik hasilnya.Karena apa yang kita pikirkan ,akan kita lakukan,apa yang kita lakukan akan menjadi kebiasaan,apa yang menjadi kebiasaan akan menjadi karakter kita.
Namun perlu kami ingatkan bahwa membentuk karakter seseorang tidak semudah membalik telapak tangan,apalagi ini hanya diserahkan pada bapak/ibu guru saja,sangat tidak adil,coba pikirkan anak di sekolah paling lama 6 jam,diluar sekolah 18 jam . kalau untuk tidur 8 jam , berapa jam untuk belajar di rumah, berapa jam untuk bermain,berapa jam untuk nonton TV,untuk bermasyarakat,untuk utak - atik HP,internet dsb.sehingga janganlah tanggung jawab ini hanya dibebankan guru,namun semua unsur secara komprehensif,apalagi anak sekarang lebih suka menikmati layar kaca ( TV,Hp,Internet) dari pada layar kertas ( baca buku )sehingga TV juga berperan besar dalam membentuk karakter bangsa.Kalau acara TV masih dipenuhi kekerasan,melecehkan orang lain walaupun dalam lawak an,di internet bebas mengakses pornografi,Para koruptor masih bebas dsb,maka sangatlah kontradiksi apa yang diajarkan disekolah dengan yang disaksikan di luar sekolah.Semoga tulisan yang tidak seberapa ini ada manfaatnya

3 komentar:

  1. Yang penting keteladan guru...ok.

    BalasHapus
  2. ya betul,satu keteladanan lebih bermakna daripada ngomong seribu kali

    BalasHapus
  3. memang benar, ingat pepatah guru kencing berdiri murid kencing berlari

    BalasHapus